nama : panggi eko prasetiyo
kelas : 1EA25
npm : 15212636
tugas 3 dan 6
- 3. Tom said " I have already eaten lunch this day''
Tom said that he had already eaten lunch that day
-6. He said " I live On seventh avenue now"
He said that he lived on seventh avanue then
Kamis, 11 April 2013
Jumat, 15 Maret 2013
Present perfect tense (karangan)
Present
perfect tense
I have gone
to house my friend when he sick and I have brought fruits for him but he only
silent and I can
only pray for him because he is very severe febrile disease is
very high because he has worked very hard
since yesterday for a soccer
tournament he had to work hard for her win but I believe he will succeed.
Nama: panggi
eko prasetiyo
Npm:
15212636
Kelas: 1EA25
Mata kuliah:
bahasa inggris 2 #
tugas bahasa inggris
Present
perfect tense
-he has
cleaned his room
-she has
washed her shirt
-she has
watched television since morning
nama: panggi eko prasetiyo
kelas:1EA25
npm: 15212636
mata kuliah: bahasa inggris 2#
Rabu, 16 Januari 2013
SUKU TENGGER
SUKU TENGGER
Suku tengger merupakan penduduk asli jawa yang pada
saat itu hidup pada masa pemerintahan kerajaan majapahit. Saat masuknya islam
ke pulau jawa terjadi persinggungan dengan kerajaan-kerajaan yang ada di pulau
jawa, yang salah satunya kerajaan majapahit yang merasa terdesak dengan
kedatangan pengaruh islam, kemudian melarikan diri ke wilayah bali dan
pedalaman gunung bromo dan semeru.
Menurut penuturan masyarakat setempat,diyakini bahwa mereka adalah keturunan roro anteng yaitu seorang putri dari raja majapahit dan joko seger yaitu putra seorang brahmana. Asal mula nama suku tengger diambil dari nama belakang rara anteng dan jaka seger. Keduanya membangun pemukiman dan memerintah di kawasan tengger ini kemudian menamakanya sebagai purbowasesa mangkurat tengger atau artinya “penguasa tengger yang budiman”
Masyarakat tengger beragama islam,Kristen,hindu dan hampir mayoritas agama mereka adalah hindu mereka adalah penganut agama yang taat tapi berbeda dengan agama hindu yang biasanya seperti dimana bila ada yang meninggal pasti mayatnya dibakar tetapi lain halnya dengan suku tengger mereka membakar boneka yang melambangkan mayat tersebut dan mayat aslinya hampir sama seperti ritual islam bedanya air untuk memandikan mayatnya telah dimantarai oleh dukun dan di suku tengger tidak mengenal sistem kasta.
Orang tengger berbahasa jawa kuno dari bahasa kerajaan majapahit mata pencaharian mereka adalah petani dan penambangan pada musim hujan mereka menanam sayuran dan apabila musim kering mereka menanam jagung dan mereka menambang pasir dan belerang dan penghasilan lainya dari pariwisata gunung bromo.
Masyarakat tengger menjunjung tinggi nilai persamaan dan demokrasi disana pemimpin spiritual atau dukun lebih disegani dari pada pemimpin administratif. Di suku tengger mempunyai peraturan sendiri diluar dari hukum formal.
Kehidupan suku tengger sangat damai karena segala masalah dapat dimusyawarahkan dan bila ada pelanggaran dapat dilaporkan oleh petingi (kepala desa) bila cara tersebut tidak menolong maka si pelaku pelanggaran itu cukup disatru yaitu dikucilkan oleh penduduk desa suku tengger.
SUMBER:
http://www.scribd.com/doc/26297728/Sejarah-Agama-Tradisi-dan-Budaya-Suku-Tengger-Bromo
nama:panggi eko prasetiyo
kls: 1ea25
npm: 15212636
nama:panggi eko prasetiyo
kls: 1ea25
npm: 15212636
TARIAN SINTREN
TARIAN
SINTREN
Sintren adalah kesenian tradisional masyarakat jawa,
khususnya di Cirebon kesenian ini terkenal di pesisir utara jawa barat dan jawa
tengah
Kesenian sintren di kenal juga dengan nama lais.
Kesenian sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis dan magis.
Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu
oleh pawang dan pembantunya. Dalam perkembangannya tari sintren sebagai hiburan
budaya, kemudian dilengkapi dengan penari pendamping dan bodo (lawak).
SEJARAH
kesenian sintren berasal dari kisah raden sulandro
yang memadu kasih dengan sulasih putri dari desa lain namun hubungan tersebut
tidak mendapatkan restu dari ayah raden sulandro. akhirnya raden sulandro pergi
bertapa dan sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan
daintara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib. Pertemuan tersebut
diatur oleh ibunda raden sulandro yang memasukan roh bidadari ke tubuh
sulasih,pada saat itu pula raden sulandro yang sedang bertapa dipanggil oleh
roh ibunya untuk menemui sulasih dan terjadilah pertemuan diantar sulasi dan
sulandro. Sejak saat itulah setiap diadakan sintren sang peneri dimasuki oleh
roh bidadara oleh pawangnya dengan catatan penari masih gadis.
BENTUK
PERTUNJUKAN
Dalam tarian ini seorang gadis muda dengan kacamata
hitam akan berdiri di depan para pemain gamelan di hadapan kepulan asap
kemenyan kemudian tiga orang penjaga dan seorang pawang yang melilitkan kain
batik ke seluruh tubuh penari kemudian penari di masukan kurungan ayam besar
kemudian pawang terus membakar kemenyan sambil memantrai penari untuk memanggil
roh kemudian penari keluar dengan menari tanpa sadar yang sebenarnya dimasuki
roh biasanya penari akan menaiki tubuh penjaga dan menari diatasnya dan untuk
menghentikan tarian penari dengan melemparkan uang koin saat tubuh penari
terjatuh dan ditangkap penjaga kemudian pawang akan membakar kemenyan dan
menaburkan kembang dan roh pun akan keluar dan dengan kelihatan masih sedikit
pusing dia pun berdiri dan memberi salam kepada penonton.
sumber:
http://travel.detik.com/read/2012/06/26/072826/1950678/1025/mistis-magis-dan-hipnosis-dalam-tari-sintren-cirebon
nama:panggi eko prasetiyo
kls: 1ea25
npm 15212636
nama:panggi eko prasetiyo
kls: 1ea25
npm 15212636
Langganan:
Postingan (Atom)

